Pepih Nugraha: Ngebloglah yang Bermanfaat
Oleh IBN GHIFARIE
Kali ketiga, Ayongeblog melalui Ibn Ghifarie berhasil berbagi pengalaman sola ngeblog dengan Pepih Nugraha, pendiri pelatihan gratis Jurnalistik di Sekolah Menengah Atas (SMA), Perguruan Tinggi (PT), dan Pesantren.
Diakui atau tidak, hal tersulit dalam menulis adalah memulai. Maka, jangan pernah ia musuhi. Jadikan memulai sebagai sebuah tantangan, bukan tentangan. Menulis saat bahagia itu biasa, baru luar biasa jika bisa menulis dalam keadaan berduka, tertekan atau bahkan terluka. Biasakan menulis sekalipun dalam suasana hati yang ekstrem, dalam lara maupun suka. Bukankah susah dan senang hanyalah permainan rasa belaka.
Inilah moto yang dipegang teguh oleh pewarta Kompas. Bagitupun dalam soal ngeblog. Barikut hasil wawancaranya;
Bisa diceritakan awal perkenalan Anda dengan media online ini?
Tahun 2006 lalusaat bertugas di Surabaya. Mulanya saya agak sedikit mengejek istri saya yang kebetulan sudah ngeblog lebih dulu. Saya bilang itu perbuatan narsis. Tetapi dia jalan terus karena punya banyak teman dari ngeblog. Dia sering blogwalking. Akhirnya saya nyoba di Blogspot dengan nama Blog BERANDA T4 BERBAGI. Sejak awal saya sadar, saya tidak boleh narsis, tetapi blog saya harus bermanfaat bagi orang banyak.
Kenapa memilih blog sebagai tempat mencurahkan segala ide?
Blog adalah media gratisan. Tanpa punya PC di rumah pun kita bisa ke warnet. Blog adalah media demokratis. Anda tidak suka dengan isi blog, jangan usil, silakan cari blog yang lebih baik. Di blog, kita bisa mempraktikkan web berbasis 2.0 yang interaktif. Segala pertanyaan bisa dijawab di sana.
Manfaat apa saja yang dirasakan Anda atas kehadiran catatan harian online ini?
Blog sekarang bisa monetize atau menghasilkan uang. Ada yang pasang banner iklan, ada juga yang sengaja jualan (virtual shop). Ini sah-sah saja selama Anda tidak terganggu. Manfaat bagi saya, saya bisa sharing dan berbagi pengalaman saya sebagai seorang jurnalis, baik pengalaman meliput maupun menulis. Saya mau berbagi karena tidak semua orang berkesempatan sama seperti saya yang bisa menembus Kompas. Selain beramal, saya memungkinkan bisa dekat dengan pembaca saya.
Bisa diceritakan soal pendirian pelatihan gratis jurnalistik di SMA, PT dan Pesantren?
Itu karena saya diajak oleh Diklat Kompas, sebuah divisi tersendiri untuk pelatihan dan perekrutan. Saya mengajar selama empat hari penuh sampai peserta didik bikin koran dinding sendiri. Saya padatkan pelajaran dengan menggunakan audio visual. Umumnya mereka senang bisa langsung diajari wartawan.
Sudah sejauh mana perkembanganya sekarang?
Banyak sekolah dan perguruan tinggi yang meminta sehingga mereka harus antri. Setelah pelatihan biasanya kami meminta nama, alamat, imel dan nomor HP peserta. Kami janjikan terus berhubungan jika diperlukan.
Pesan apa yang Anda akan sampaikan kepada mereka yang belum ngeblog?
Ngeblog-lah yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain![]
Pepih Nugraha, pituin Sunda terah Ciawi, Tasikmalaya, nu nuju ngumbara di Jakarta. Kacapangan juruwarta di seratkabar Kompas ti taun 1990 dugi ka kiwari. Kantos ngalalana sa-Nusantara, malih ngalanglangbuana ka mancanagara. Ieu blog Sunda mangrupi wadah pikeun nyimpen gerentes hate, boh implengan, falsafah kahirupan, kajantenan, atanapi pangalaman diri nu dipidangkeun dina basa Sunda. Susuganan tiasa nambihan kadang baraya lan tiasa dicandak mangpaatna ku balarea. Upami hoyong langkung raket wawanohan, sumangga kintun imel ka: pepih_nugraha@yahoo.com. Atanapi, Salira tiasa oge nyawang blog sim kuring sanesna di http://pepihnugraha.com kanggo diajar nyerat sareng http://pepih.wordpress.com kanggo ngahariring tembang katineung. [Ibn Ghifarie]
Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga..!!
Cag Rampes, Pojok Komputer Ngaheng, 24/08/08;15.36 wib
Label: Kisah
0 Comments:
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda